Langkah Timnas Indonesia semakin berat setelah kalah dari Arab Saudi. Mereka harus melawan Korea Selatan pada 18 Juli 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Skuad Garuda butuh kemenangan atau minimal hasil imbang untuk lolos ke perempat final. Nahasnya, Timnas Indonesia harus kalah 0-1 dari Korea Selatan di depan 88 ribu pendukung yang memadati tribune waktu itu. Indonesia pun gagal lolos ke fase gugur setelah menempati posisi ketiga dengan raihan 3 poin. (AFP/Adek Berry)

SUKMABOLA  Timnas Bahrain punya memori kelam saat bersua Timnas Indonesia, beberapa purnama lalu. Semoga, romantisme indah itu terulang kembali, meski kali ini Indonesia bertindak sebagai tamu.

Sebelum menoleh ke belakang, Bahrain dan Timnas Indonesia akan kembali bersua usai takdir mempertemukan keduanya di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Bertempat di Bahrain National Stadium, Riffa, pada 10 Oktober beberapa hari lagi, The Maroons dan Skuad Garuda akan saling tikam.

Tuan rumah dalam situasi yang tak mengenakkan, menyusul pada laga terakhir kontra Jepang mereka dipermak lima gol tanpa balas. Kekalahan memalukan tersebut membuat sang pelatih, Dragan Talajić, sempat berada dalam tekanan.

Soalnya, kekalahan besar dari Samurai Biru menguak fakta kalau The Maroons ternyata rapuh, walau pada laga pertama berhasil mengalahkan Australia 1-0.

Sebaliknya, Timnas Indonesia penuh percaya diri. Dua hasil imbang melawan Arab Saudi serta Australia terlebih dengan masuknya dua pemain nanturalisasi anyar, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, membuat pasukan Shin Tae-yong hakulyakin bisa membawa pulang tripoin dari Riffa.

Yuk gabung channel SUKMABOLA untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Memori Manis

Bek Persija Jakarta, Maman Abdurahman, saat bermain di Piala Asia 2007 bersama Timnas Indonesia. (AFP/Adek Berry)

Kembali ke topik utama, apa yang terjadi terhadap Bahrain beberapa purnama silam? Memori kelam tersaji di ajang Pila Asia 2007. Saat itu, Indonesia yang dipercaya sebagai penyelenggara berada satu grup dengan Bahrain, juga Arab Saudi dan Korea Selatan.

Ribuan pendukung setia Indonesia menjejali Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 10 Juli 2007. Tim asuhan Ivan Kolev memasuki lapangan dengan kepala tegak, siap menghancurkan Bahrain.

Benar saja, duel baru berjalan 14 menit, si “ular piton” Budi Sudarsono sudah membuat stadion bergemuruh.

Mendapat umpan manja dari Firmin Utina, Budi Sudarsono berlari kencang ke kotak penalti dan berhasil mendapatkan bola setelah terlebih dulu mengelabui dua bek dua bek Bahrain. Dengan sontekan kaki kiri, sukses menaklukkan kiper tim tamu Abdul Rahman Ahmed.

Hanya saja, keunggulan tak berlangsung lama. Bahrain, via gelandangnya, Sayed Mahmood Jalal, mampu menyamakan skor 13 menit berselang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola

sukmabola